Sidoagung (bahasa Jawa: Sidaagung) adalah sebuah kalurahan di Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis, wilayah ini berada di kawasan yang strategis karena berdekatan dengan Pasar Godean, salah satu pusat aktivitas ekonomi terbesar di kawasan barat Sleman. Selain kekuatan ekonomi, Sidoagung juga memiliki rekam jejak sejarah penting pada masa perjuangan kemerdekaan.
Sejarah Pembentukan Kalurahan Sidoagung
Pada masa awal, wilayah Sidoagung terdiri dari dua kalurahan terpisah, yaitu:
-
Kalurahan Senuko
-
Kalurahan Bendungan
Berdasarkan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1946 tentang Pemerintahan Kalurahan, kedua wilayah tersebut kemudian digabungkan menjadi satu desa yang bersifat otonom. Penggabungan ini secara resmi ditetapkan melalui Maklumat Nomor 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-Daerah Kalurahan, yang kemudian menetapkan nama Desa Sidoagung sebagai identitas wilayah baru.
Secara topografi, Sidoagung merupakan dataran yang relatif rata, sehingga mendukung perkembangan permukiman, kegiatan ekonomi, dan perdagangan sejak masa lampau hingga sekarang.
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Sidoagung meningkat pesat terutama karena keberadaan Pasar Godean, yang berada di wilayah kalurahan ini. Pasar tersebut menjadi pusat aktivitas jual-beli berbagai komoditas, sekaligus menjadi simpul perputaran ekonomi masyarakat dari kawasan Godean dan sekitarnya. Aktivitas pasar yang hidup turut mendorong tumbuhnya usaha rakyat, jasa, dan perdagangan kecil hingga menengah yang menopang perekonomian lokal.
Monumen Perjuangan Geneng (MPG)
Jejak Sejarah Pertempuran 6 Mei 1949
Sidoagung memiliki catatan sejarah penting pada masa perang kemerdekaan. Pada 6 Mei 1949, terjadi pertempuran antara pasukan TNI di bawah komando Kapten Widodo (Jono) melawan tentara Belanda. Pertempuran ini berlangsung di kawasan Dusun Sentul–Geneng dan sekitarnya.
Serangan Belanda dimulai dengan tembakan mortir dari arah Cebongan (barat Kantor Kapanewon Mlati). Kejadian tersebut berlangsung pada Jumat Legi, yang bertepatan dengan hari pasaran Godean, sehingga suasana pasar saat itu sangat ramai. Serangan mortir menyebabkan banyak warga terluka maupun meninggal.
Latar belakang serangan tersebut adalah keberadaan pasukan gerilya yang bermarkas di beberapa dusun sekitar Pasar Godean, antara lain:
-
Dusun Sentul Geneng
-
Dusun Godean IV
-
Dusun Senuko
Dapur umum perjuangan juga didirikan di rumah warga, seperti di rumah Karyotomo (Godean IV) dan Joyo Sudarmo (Jetis).
Setelah menyerang dari jarak jauh, pasukan Belanda masuk ke Pasar Godean untuk menyisir area. Namun, di dusun Senuko dan Sentul Geneng, mereka dihadang oleh Kompi 151 TNI bersama warga, sehingga terjadi pertempuran sengit.

Beberapa pejuang dan warga yang gugur dalam peristiwa tersebut antara lain:
-
Ahmad Zaini (TNI AD)
-
Jae Sumantoro (TNI AU)
-
Amir Patinama (Brimob)
-
Sukirdjo
-
Sukirdjan
-
Goploh (Laskar Rakyat)
Untuk mengenang pertempuran tersebut, dibangun sebuah tugu yang dikenal sebagai Monumen Perjuangan Geneng (MPG). Monumen ini memiliki tiga sisi:
-
Bagian tengah berisi relief situasi pertempuran
-
Sisi kanan dan kiri memuat puisi perjuangan
Lokasinya berada di Dusun Sentul Geneng.
Baca juga: Blangkon beji sidoarum godean
Namun sangat disayangkan, Monumen Perjuangan Geneng kini sudah tidak ada. Minimnya dokumentasi sejarah menyebabkan monumen tersebut diratakan oleh penerus pemilik lahan tanpa koordinasi dengan pihak kalurahan maupun pihak yang mengetahui sejarahnya.
Pemerintahan Kalurahan Sidoagung
Susunan Lurah dan Pamong Kalurahan Sidoagung saat ini (2025):
| No | Nama | Jabatan Kalurahan | Jabatan Lama |
|---|---|---|---|
| 1 | Edy Utomo | Lurah | Kepala Desa |
| 2 | Sigit Suwardianto, S.Pd | Carik | Sekretaris Desa |
| 3 | Eni Purwati, S.Pt | Pangripta | Kaur Perencanaan |
| 4 | Drs. Waris | Tata Laksana | Kaur Tata Usaha & Umum |
| 5 | Riyono | Danarta | Kaur Keuangan |
| 6 | Indarto Edy Susila | Jagabaya | Kasi Pemerintahan |
| 7 | M. Nursiswanta | Ulu-Ulu | Kasi Kesejahteraan |
| 8 | Riyani Rifantona, A.Md.Kes | Kamituwa | Kasi Pelayanan |
Padukuhan di Kalurahan Sidoagung
| No | Nama Padukuhan | Nama Dukuh | Nama Kampung / Perumahan |
|---|---|---|---|
| 1 | Senuko | Arief Sungaindi, S.Psi | Senuko, Perum Puri Satria |
| 2 | Sentul-Geneng | Suradi | Sentul, Geneng, Mutihan |
| 3 | Gentingan | Samukti Dewi Chandra | Gentingan |
| 4 | Godean IV | Abyan Luthfi Adi | Godean IV, Jetis IV |
| 5 | Jowah V | Ingki Pratama | Buntalan V, Senoboyo V, Jowah V |
| 6 | Kramen | Edy Purwanto | Kowanan, Kramen, Sembungan, Buntalan VI |
| 7 | Bendungan VII | Hardani | Dukuh VII, Bendungan, Jetis VII |
| 8 | Genitem | Sugeng | Genitem, Bondalem |
Babinsa & Bhabinkamtibmas
| No | Nama | Pangkat | Jabatan | Institusi |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Tri Yanto | Sersan Satu (Sertu) | Babinsa | TNI |
| 2 | Ibnu Maulana | Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) | Bhabinkamtibmas | Polri |
Batas Wilayah Kalurahan Sidoagung
-
Utara: Kalurahan Margoluwih (Seyegan)
-
Selatan: Kalurahan Sidomulyo & Sidoluhur (Godean)
-
Barat: Kalurahan Sidoluhur (Godean)
-
Timur: Kalurahan Sidokarto (Godean)
Sumber


One Comment on “Sejarah dan Profil Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Sleman”