Profil dan Sejarah Kalurahan Sidoarum Godean Sleman
Awal Pembentukan
Sidoarum tidak langsung hadir sebagai satu kalurahan seperti saat ini. Pada masa awal, wilayah ini terdiri dari dua kelurahan, yakni Candran dan Krapyak. Seiring penataan administrasi pemerintahan pasca kemerdekaan, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan maklumat pada tahun 1946 mengenai penyederhanaan sistem kelurahan. Dampaknya, kedua wilayah tersebut digabung menjadi satu desa mandiri bernama Desa Sidoarum.
Penggabungan ini baru sah secara administratif setelah diterbitkannya Maklumat Nomor 5 Tahun 1948 tentang perubahan wilayah kelurahan. Sejak saat itu, Sidoarum berdiri sebagai desa otonom dan berkembang pesat hingga kini berstatus Kalurahan Sidoarum di dalam wilayah Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman.
Letak & Kondisi Geografis
Sidoarum berada di bagian timur Kapanewon Godean, dan termasuk wilayah penyangga Kota Yogyakarta. Posisinya cukup strategis karena:
-
Berjarak sekitar 7 km dari pusat Kabupaten Sleman, dan
-
Β± 8 km dari Kota Yogyakarta
Secara geografis, kalurahan ini berada pada koordinat:
-
5ΒΊ46β18β β 5ΒΊ49β16β Lintang Selatan
-
110ΒΊ17β24β β 110ΒΊ19β35β Bujur Timur
Bentang alam Sidoarum didominasi dataran rendah dengan ketinggian Β±110 meter di atas permukaan laut, serta kemiringan lahan sekitar 0β2% yang cenderung menurun ke arah selatan. Wilayah yang mengikuti alur Sungai Kontheng dan Sungai Bedog memiliki kemiringan yang sedikit lebih tajam.
Karakter Geologi & Tanah
Kalurahan Sidoarum termasuk dalam Formasi Yogyakarta, yaitu lapisan endapan vulkanik Merapi Muda dari zaman kuarter. Material utamanya terdiri dari pasir dan debu vulkanik dengan sisipan breksi, tuf, aglomerat, hingga lelehan lava. Jenis tanah yang paling banyak ditemukan adalah Regosol β tanah vulkanik muda yang subur, berwarna kelabu, serta ideal untuk pekarangan dan permukiman.
Iklim & Hidrologi
-
Iklim: Tropis
-
Suhu rata-rata: 26Β°C
-
Curah hujan tahunan: 1.180 mm
-
Tipe iklim: C2 (Oldeman) β 5β6 bulan basah & 2β4 bulan kering berturut-turut
Dua sungai utama mengaliri wilayah Sidoarum, yakni Sungai Kontheng dan Sungai Bedog. Keduanya berasal dari lereng Gunung Merapi dan bermuara di Sungai Progo. Muka air tanah relatif rendah, rata-rata di bawah 7 meter, sehingga sebagian wilayah bergantung pada sumur dangkal.
Batas Administratif
Kalurahan Sidoarum berbatasan langsung dengan:
| Arah | Wilayah Berbatasan |
|---|---|
| Utara | Kalurahan Sidomoyo & Tirtoadi (Kapanewon Mlati) |
| Selatan | Kalurahan Ambarketawang (Kapanewon Gamping) |
| Barat | Kalurahan Sidokarto |
| Timur | Kalurahan Nogotirto & Banyuraden (Kapanewon Gamping) |
Pemerintahan Kalurahan
Daftar Lurah dari Masa ke Masa
-
Maryono
-
Muhadi Pranoto
-
Ganefo Sugiartono (2 periode)
-
Hety Pujiastutik, S.H
Baca juga: Sejarah dan profil kalurahan sidoagung kapanewon godean sleman
Perangkat Desa Kalurahan Sidoarum
| No | Nama | Jabatan |
|---|---|---|
| 1 | Adhitya Pradana Putra, S.E | Carik |
| 2 | Daryanto, S.Pt | Jagabaya |
| 3 | Suparyanto, S.E | Ulu-Ulu |
| 4 | Marjuki, S.Ag | Kamituwa |
| 5 | Arif Rimawanto, S.T | Tata Laksana |
| 6 | Drs. Sutopo | Danarta |
| 7 | M. Pranyoto Hadi Nugroho, Amd | Pangripta |
| 8 | Kuwadi | Staff Desa |
| 9 | Mujiyono | Staff Desa |
| 10 | Muhari | Staff Desa |
| 11 | R. Suheri, S.Pd.I | Staff Desa |
| 12 | Teguh Whih Iswanto | Staff Desa |
Pedukuhan di Kalurahan Sidoarum
Terdapat 8 pedukuhan dengan keunikan masing-masing:
| No | Padukuhan | Dukuh | Kawasan Utama |
|---|---|---|---|
| 1 | Cokrokonteng | Dwi Apiyanto | Gesikan, Pesona Munggur |
| 2 | Bantulan | Triyanto | Jomboran, Grand Century |
| 3 | Beji | Warsidi | Gumuk Indah, Arum Permai |
| 4 | Cokrobedog | Nursetya D. S.Pd | Nglarang Lor & Kidul |
| 5 | Kramat | Nurgiyanto | Krapyak, Tegal, Ngentak |
| 6 | Potrowangsan | Puji Muryani | Jengkelingan |
| 7 | Tangkilan | Triyono B. S | Graha Indah Sejahtera |
| 8 | Sebaran | Iwandaru | Seworan & Dagen |

Potensi Ekonomi Lokal & UMKM Unggulan
1. Sentra Blangkon Beji
Padukuhan Beji dikenal luas sebagai pusat pembuatan blangkon tradisional. Kerajinan ini telah berlangsung turun-temurun dan dikerjakan secara manual. Produk blangkon Beji dipasarkan hingga luar daerah, bahkan menjadi rujukan bagi para pengrajin blangkon di wilayah lain. Hingga kini, blangkon tetap menjadi simbol budaya lokal Sidoarum sekaligus sumber penghasilan warga.
2. Sentra Roster Bantulan
Padukuhan Bantulan berkembang sebagai pusat produksi roster/bata berlubang yang digunakan dalam desain arsitektur modern. Roster Bantulan terkenal karena:
-
Cocok untuk ventilasi alami
-
Memiliki nilai estetika tinggi
-
Banyak digunakan pada rumah minimalis & cafΓ© modern
Industri ini menyerap tenaga kerja lokal dan mulai merambah pemasaran digital.
Pertumbuhan Kawasan
Sebagai kawasan penyangga Yogyakarta, Sidoarum terus tumbuh menjadi zona hunian favorit, pusat UMKM, serta lokasi strategis bagi pendidikan, perdagangan, dan jasa konstruksi. Banyak padukuhan kini menampilkan perpaduan yang menarik antara perumahan modern dan nilai tradisi desa yang tetap terjaga melalui budaya gotong royong.
Penutup
Kalurahan Sidoarum adalah contoh wilayah yang berhasil menjaga akar budaya, sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman. Dari blangkon hingga roster, dari sungai hingga permukiman modern β Sidoarum terus menunjukkan bahwa kemajuan tidak harus meninggalkan jati diri.
sumber: wikipedia, sidoarumsid dan berbagai sumber lainnya

One Comment on “Profil Dan Sejarah Kalurahan Sidoarum Godean”