Blangkon Beji Sidoarum Godean: Warisan Budaya, Kreativitas UMKM, dan Potensi Ekonomi Sleman
Blangkon adalah lebih dari sekadar penutup kepala. Ia merupakan simbol jati diri, filosofi hidup, dan bagian dari warisan budaya Jawa yang terus dipertahankan hingga kini. Di Dusun Beji, Kalurahan Sidoarum, Kecamatan Godean, Sleman, tradisi membuat blangkon bukan hanya bertahan, tetapi tumbuh sebagai sumber ekonomi kreatif masyarakat.
Sentra Blangkon Beji Sidoarum kini dikenal luas sebagai salah satu pusat kerajinan blangkon terbaik di Yogyakarta. Dengan akar tradisi sejak tahun 1960-an, kawasan ini telah menjadi contoh bagaimana budaya dapat bersinergi dengan ekonomi modern.
Sejarah dan Perkembangan Blangkon Beji
Kerajinan blangkon di Beji telah ditekuni turun-temurun selama lebih dari setengah abad. Berawal dari usaha rumahan kecil, kreativitas warga berkembang menjadi sentra kerajinan yang dikenal hingga luar daerah.
Pada 2023, Kalurahan Sidoarum bahkan ditetapkan sebagai Rintisan Desa Budaya oleh Bupati Sleman, sebagai pengakuan atas kuatnya tradisi lokal, termasuk kerajinan blangkon yang menjadi identitas wilayah tersebut.
Hingga kini, Blangkon Beji memproduksi berbagai model blangkon:
- Gaya Yogyakarta
- Gaya Surakarta (Solo)
- Gaya Banyumas
- Gaya Surabaya
Setiap model memiliki ciri khas pada lipatan, tonjolan belakang (mondholan), serta motif batik yang digunakan.
Pengrajin dan Proses Produksi
Menurut laporan media tahun 2024–2025, terdapat sekitar 20 pengrajin blangkon aktif di Sidoarum, dengan 16 di antaranya tergabung dalam kelompok resmi kerajinan. Mereka membuat blangkon secara manual, mulai dari pemilihan kain batik, pembentukan kerangka, hingga penyelesaian akhir yang membutuhkan presisi dan ketelatenan.

Harga blangkon bervariasi tergantung kualitas dan motif, mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 750.000 untuk kelas premium. Beberapa pengrajin bahkan memenuhi pesanan dari Keraton Yogyakarta serta pembeli dari luar negeri seperti Suriname, yang memiliki komunitas berdarah Jawa cukup besar.
Peran Budaya dan Ekonomi
Blangkon Beji tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga menjadi penopang ekonomi warga. Kerajinan ini menjadi UMKM kreatif yang membuka lapangan kerja dan peluang usaha bagi keluarga pengrajin.
Pemerintah desa dan kabupaten mendorong penguatan pemasaran, termasuk melalui:
- Digital branding UMKM
- Pelatihan pemasaran online
- Penguatan identitas budaya lokal
Program ini bertujuan agar produk budaya seperti blangkon dapat bersaing di era modern sekaligus mempertahankan nilai tradisi.
Tantangan: Modal, Pemasaran, dan Persaingan
Walaupun potensinya besar, pengrajin Blangkon Beji menghadapi berbagai persoalan yang cukup serius, antara lain:
1. Keterbatasan Modal Produksi
Bahan berkualitas tinggi membutuhkan modal besar, sedangkan sebagian pengrajin masih kesulitan mendapatkan dukungan permodalan.
2. Persaingan Harga yang Ketat
Masuknya blangkon buatan pondok pesantren dengan harga sangat murah menjadi tantangan berat bagi pengrajin Beji yang mengandalkan produksi handmade berkualitas.
3. Kebutuhan Showroom dan Fasilitas Produksi
DPRD DIY menilai bahwa sentra ini membutuhkan showroom resmi, gudang bahan baku, dan fasilitas pendukung produksi agar usaha dapat berkembang.
Baca Juga: Sentra roster bantulan godean
4. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Tanpa perlindungan HKI, keaslian produk rentan ditiru sehingga menurunkan nilai dan daya saing.
Peluang dan Prospek Masa Depan
Dengan branding yang kuat, pengembangan fasilitas, dan pemasaran digital yang konsisten, Blangkon Beji Sidoarum memiliki prospek yang sangat cerah:
1. Menjadi Ikon Wisata Budaya Sleman
Sentra ini dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi—tempat wisatawan bisa melihat proses pembuatan blangkon.
2. Pengembangan Pasar Ekspor
Negara dengan diaspora Jawa seperti Suriname, Belanda, dan Malaysia berpotensi menjadi pasar yang besar.
3. Pelestarian Budaya Lewat Pendidikan Generasi Muda
Kerajinan blangkon dapat menjadi media edukasi budaya bagi anak muda agar tradisi ini tetap hidup dan berkembang.
Kesimpulan
Blangkon Beji Sidoarum Godean adalah simbol harmonis antara budaya, kreativitas, dan ekonomi. Kerajinan yang muncul dari rumah-rumah sederhana ini telah berkembang menjadi bagian dari identitas masyarakat Sleman dan Yogyakarta pada umumnya.
Dengan dukungan pemerintah, penguatan digital, dan apresiasi masyarakat, Blangkon Beji berpotensi menjadi ikon budaya sekaligus produk unggulan UMKM yang tidak hanya membanggakan Sleman, tetapi juga Indonesia.
Referensi
-
Media Center Kabupaten Sleman – Melihat Produksi Blangkon di Kalurahan Sidoarum Godean Sleman
https://mediacenter.slemankab.go.id/2021/07/19/melihat-produksi-blangkon-di-kalurahan-sidoarum-godean-sleman/ -
Republika – Menengok Sentra Blangkon Legendaris di Dusun Beji Sleman
https://visual.republika.co.id/berita/pxx96g283/menengok-sentra-blangkon-legendaris-di-dusun-beji-sleman/ -
Detik News – Kampung Blangkon di Sleman, Layani Pesanan dari Keraton Hingga Luar Negeri
https://news.detik.com/berita/d-3285244/kampung-blangkon-di-sleman-layani-pesanan-dari-keraton-hingga-luar-negeri -
IntensPlus (2025) – Pengrajin Blangkon Sidoarum Keluhkan Modal dan Persaingan Harga
https://intensplus.com/2025/09/26/bisnis/ekonomi/pengrajin-blangkon-sidoarum-keluhkan-modal-hingga-persaingan-harga-ini-respons-dprd-diy/ -
Cakrawala.co – Komisi B DPRD DIY Dorong Kerajinan Blangkon Sidoarum Dikembangkan
https://www.cakrawala.co/daerah/77515979268/komisi-b-dprd-diy-dorong-kerajinan-blangkon-sidoarum-dikembangkan
Ajak UMKM Sidoarum–Godean Promosi Tanpa Biaya
Jika Anda pemilik UMKM, perajin blangkon, pedagang, atau pelaku usaha lainnya, kini Anda bisa PASANG IKLAN GRATIS di pasargodean.com.
Cukup klik menu “Pasang Iklan Gratis” di website, atau klik banner yang bertuliskan PASANG IKLAN GRATIS.
Tanpa biaya, tanpa ribet — bantu UMKM lokal makin dikenal!


One Comment on “Blangkon Beji Sidoarum Godean”