Panduan Lengkap Beternak Kambing Rumahan yang Cocok untuk Pemula
Beternak kambing adalah salah satu usaha ternak rumahan yang punya potensi keuntungan besar, biaya awal fleksibel, dan perawatan relatif mudah. Tidak heran, banyak orang memulai usaha ini dari skala kecil — 2 hingga 5 ekor — lalu berkembang menjadi puluhan ekor. Namun, agar ternak kambing berjalan lancar dan menghasilkan profit, pemula perlu memahami dasar-dasar penting seperti pemilihan bibit, pakan, kandang, kesehatan, hingga cara menjual hasil ternak. Artikel ini membahas semuanya secara lengkap sebagai panduan praktis untuk pemula.
1. Kenapa Ternak Kambing Cocok untuk Usaha Rumahan?
Ada beberapa alasan kenapa ternak kambing sangat cocok dijalankan dari rumah, terutama bagi pemula:
✔ Modal Fleksibel
Memulai dari 2–3 ekor pun sudah cukup. Tidak perlu kandang besar, tidak butuh alat canggih, dan biaya pakan bisa ditekan.
✔ Perawatan Relatif Mudah
Kambing bukan hewan yang manja. Selama kandang bersih, pakan cukup, dan kambing tidak stres, pertumbuhannya baik.
✔ Pasar Selalu Ada
-
Untuk Idul Adha
-
Aqiqah
-
Penjualan daging harian/rumahan
-
Jual hidup
-
Penjualan anakan
-
Breeding (pembibitan)
✔ Cocok untuk Lahan Terbatas
Banyak peternak hanya menggunakan halaman belakang atau samping rumah.
2. Memilih Sistem Ternak: Sendiri atau Gadu?
Pemula biasanya bingung mau mulai dengan sistem apa. Ada dua pilihan utama.
A. Ternak Sendiri
Semua modal dari Anda, semua keuntungan untuk Anda.
Kelebihan:
-
Bebas menentukan jenis kambing
-
Tidak terikat pembagian hasil
-
Keuntungan penuh
Kekurangan:
-
Modal lebih besar di awal
B. Sistem Gadu
Kambing dititipkan oleh pemilik modal, Anda yang memelihara. Keuntungan dibagi.
Kelebihan:
-
Cocok untuk pemula yang minim modal
-
Bisa belajar tanpa risiko terlalu besar
Kekurangan:
-
Butuh kejujuran dan perjanjian tertulis
-
Keuntungan tidak 100%
Kalau bro pemula dan ingin belajar sambil jalan, sistem gadu cukup recommended.

3. Memilih Bibit Kambing yang Bagus
Bibit adalah kunci utama keberhasilan. Bibit yang salah membuat pertumbuhan lambat, mudah sakit, atau sulit berkembang biak.
Tips Memilih Bibit Terbaik:
-
Pilih kambing aktif, tidak lesu.
-
Mata cerah, tidak belekan.
-
Bulu bersih dan mengilap → pertanda sehat.
-
Tidak cacat (pincang, telinga sobek, dsb).
-
Untuk betina: pilih yang pinggul lebar, ambing bersih.
-
Untuk jantan: tubuh besar, kepala kokoh, kaki kuat.
-
Umur ideal:
-
Jantan: 8–12 bulan
-
Betina: 10–12 bulan
-
Baca juga: Mana lebih untung budidaya lele vs nila
Jenis Kambing yang Cocok untuk Pemula
-
Kambing Jawa Randu (tahan, kuat)
-
Kambing Kacang (mudah dirawat, cocok skala rumahan)
-
Kambing Ettawa / PE (harga lebih tinggi)
4. Menyiapkan Kandang Kambing yang Nyaman
Kandang yang baik membuat kambing sehat dan mempermudah pemeliharaan.
A. Jenis Kandang
-
Kandang Panggung (paling direkomendasikan):
-
Lantai naik 50–70 cm
-
Kotoran jatuh ke bawah
-
Kering dan tidak bau
-
-
Kandang Lantai Tanah:
-
Murah, tapi harus rajin dibersihkan
-
B. Ukuran Kandang
-
1 ekor kambing dewasa: 1 m × 1,2 m
-
Kandang kelompok: sesuaikan kapasitas
C. Sirkulasi Udara
Pastikan kandang memiliki ventilasi yang baik agar tidak lembab, karena lembab memicu penyakit.
D. Kebersihan
-
Bersihkan kotoran minimal setiap 2–3 hari
-
Ganti alas kandang bila menggunakan sekam atau jerami
5. Pakan Kambing: Jenis & Cara Memberikan
Pakan ideal mempengaruhi pertumbuhan, kesehatan, dan produksi.
A. Jenis Pakan Utama
-
Rumput Segar: rumput gajah, rumput odot
-
Daun-daunan: gamal, turi, lamtoro, kaliandra
-
Konsentrat / pakan tambahan: dedak, ampas tahu, jagung giling
-
Silase: pakan fermentasi untuk musim kemarau
B. Porsi Makan Harian
-
4–6 kg hijauan/ekor/hari
-
Konsentrat 200–300 gram (opsional, tapi bagus untuk penggemukan)
C. Air Minum
Selalu tersedia — banyak yang lupa padahal ini sangat penting.
D. Hindari memberi:
-
Daun singkong terlalu banyak
-
Daun karet
-
Rumput basah setelah hujan (bisa sebabkan kembung)
6. Perawatan Kesehatan Kambing
Agar tidak rugi, pemeliharaan kesehatan harus diperhatikan sejak awal.
A. Vaksin & Vitamin
-
Vaksin SE (untuk penyakit ngorok)
-
Vitamin B Kompleks
-
Obat cacing setiap 3 bulan sekali
B. Tanda Kambing Sakit
-
Nafsu makan turun
-
Mata sayu
-
Bulu kusam
-
Feses cair / mencret
-
Nafas cepat
Segera pisahkan kambing sakit agar tidak menular.
C. Perawatan Kuku & Bulunya
Potong kuku sebulan sekali agar kambing tidak pincang.
7. Cara Mengembangbiakkan Kambing
Breeding bisa menjadi usaha yang sangat menguntungkan.
A. Usia Kawin
-
Betina: siap kawin umur 10–12 bulan
-
Jantan: umur 8–12 bulan
B. Tanda Betina Birahi
-
Gelisah
-
Sering mengembik
-
Ekor digerak-gerakkan
-
Alat kelamin membengkak
C. Masa Kehamilan
Kambing mengandung selama 5 bulan (150 hari).
D. Jumlah Anakan
-
1–3 ekor sekali melahirkan
-
Ras PE bisa lebih produktif
8. Menghitung Modal & Keuntungan Ternak Kambing Rumahan
A. Contoh Modal Awal (3 ekor):
-
Bibit betina 2 ekor @ Rp 1.200.000 = Rp 2.400.000
-
Bibit jantan 1 ekor = Rp 1.000.000
-
Kandang sederhana = Rp 1.000.000
-
Pakan per bulan = Rp 300.000
Total modal awal: ± Rp 4.7 juta
B. Potensi Keuntungan
Dalam 1 tahun:
-
Betina bisa melahirkan 2 kali
-
Per tahun bisa menghasilkan 3–5 anakan per induk
Jika dijual:
-
Anak umur 4–6 bulan = Rp 800.000 – 1.200.000
-
Jual pejantan dewasa = lebih tinggi
Dalam skala 3 ekor saja, keuntungan bisa Rp 3–5 juta per tahun, tergantung penjualan.
9. Cara Menjual Kambing dengan Cepat
A. Jual Hidup
-
Pasar hewan
-
Media sosial
-
Grup Facebook jual kambing
-
Tetangga / komunitas sekitar
B. Jual Anakan
Biasanya cepat laku jika bibit berkualitas.
C. Usaha Aqiqah
Anda bisa bekerja sama dengan jasa aqiqah sekitar.
D. Menjual Daging
Jika ada freezer dan alat pemotong, penjualan daging harian cukup menjanjikan.
10. Tips Penting untuk Pemula Agar Tidak Rugi
-
Jangan beli kambing hanya karena murah.
-
Pastikan kambing sehat dan tidak cacingan.
-
Jangan menaruh kambing terlalu banyak jika pakan terbatas.
-
Rajin bersihkan kandang.
-
Jangan serakah di awal; tambah populasi pelan-pelan.
-
Catat pemasukan & pengeluaran.
11. Kesimpulan
Beternak kambing rumahan sangat cocok untuk pemula karena modal fleksibel, perawatannya mudah, dan pasarnya sangat luas. Kunci sukses terletak pada pemilihan bibit yang tepat, pakan yang cukup, kebersihan kandang, serta sistem penjualan yang efektif. Dengan perawatan rutin, pencatatan yang baik, dan pengembangan bertahap, beternak kambing bisa menjadi usaha sampingan maupun usaha utama yang menguntungkan.

