Godean: Sejarah, Kuliner, dan Sentra Ekonomi di Jogja Barat

godean

Godean: Pusat Ekonomi dan Budaya di Barat Yogyakarta

Godean (bahasa Jawa: ꦒꦺꦴꦝꦺꦪꦤ꧀, translit. Godhéan) merupakan salah satu kapanéwon yang berada di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan yang ramai, subur, dan memiliki peran penting sebagai pusat ekonomi bagi Sleman bagian barat. Dengan kondisi geografis yang didominasi tanah datar dan sedikit berbukit, Godean berkembang pesat dalam bidang perdagangan, pertanian, serta kerajinan rakyat.

Sejak lama, Godean telah menjadi pusat aktivitas masyarakat. Pasar Godean yang legendaris menjadi denyut nadi perekonomian wilayah ini, terkenal dengan suasana yang ramai serta berbagai kuliner khas yang menggugah selera. Salah satu ikon kuliner Godean yang melegenda adalah Peyek Belut, camilan gurih renyah yang menjadi oleh-oleh favorit wisatawan maupun warga lokal.

Sejarah Singkat Godean

Secara historis, Godean memiliki perjalanan panjang dalam struktur pemerintahan. Berdasarkan Rijksblad Kasultanan Yogyakarta Nomor 11 Tahun 1916, Godean dulunya merupakan distrik di bawah Kabupaten Sleman yang membawahi delapan onderdistrik dan lima puluh lima kalurahan. Seiring waktu, wilayah ini mengalami berbagai perubahan administratif, termasuk masa ketika sempat menjadi bagian dari Kabupaten Bantul pada tahun 1942.

Kemudian, melalui penataan kembali oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tahun 1945, Godean ditetapkan kembali sebagai bagian dari Kabupaten Sleman dengan status Kapanéwon. Sejak saat itu, Godean terus berkembang dan menjadi salah satu kawasan penting di wilayah barat Sleman.

Pada masa penjajahan Belanda, di Godean juga pernah berdiri beberapa pabrik gula, seperti di daerah Pirak Bulus, Kowanan, dan Kramen (Pabrik Gula Klaci). Hal ini menunjukkan bahwa Godean sudah sejak lama memiliki peran ekonomi yang kuat dan strategis.

Pasar Godean dan Peyek Belut yang Legendaris

Pasar Godean dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi yang selalu ramai setiap hari. Di pasar inilah kuliner khas Peyek Belut Godean lahir dan menjadi simbol kebanggaan warga setempat. Camilan ini dibuat dari belut yang digoreng renyah bersama adonan tepung berbumbu khas Jawa, menghasilkan cita rasa gurih dan renyah yang menggoda selera.

Baca Juga: Umkm tulang punggung ekonomi yang tak boleh diremehkan

Peyek Belut mudah dijumpai di kios-kios sekitar Pasar Godean dan menjadi oleh-oleh wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke kawasan ini. Kini, di lahan bekas Gedung Kecamatan Godean lama juga telah dibangun pasar kuliner khusus belut, yang semakin memperkuat identitas Godean sebagai “Kota Belut”.

godean

Sentra Kerajinan Genteng Tanah Liat

Selain terkenal dengan kuliner khasnya, Godean juga dikenal sebagai sentra kerajinan genteng tanah liat terbesar di Kabupaten Sleman. Hampir di setiap sudut wilayah ini, terutama di dusun-dusun seperti Berjo, dapat ditemui para pengrajin genteng yang masih mempertahankan teknik tradisional. Industri genteng Godean telah menjadi tumpuan ekonomi warga selama puluhan tahun dan turut menyuplai kebutuhan genteng di berbagai daerah, terutama setelah peristiwa gempa besar Bantul tahun 2006.

Pemerintahan dan Pembagian Wilayah

Secara administratif, Kapanéwon Godean dipimpin oleh seorang Panewu (Camat) dan membawahi tujuh kalurahan, yaitu:

  1. Sidoagung
  2. Sidomoyo
  3. Sidokarto
  4. Sidomulyo
  5. Sidoarum
  6. Sidoluhur
  7. Sidorejo

Beberapa tokoh yang pernah menjabat sebagai Panewu Godean antara lain Drs. Murnaryono BC Hk, Rusmanto Widjoyo, Drs. Iswoyo Hadiwarno, Muqorobin Bisri SH, Hadi Mulyono SH, H. Priyo Handoyo SH M.Si, Drs. Ahmad Yuno Nurkaryadi MM, dan Anggoro Aji Sunaryono SH MH, Sarjono, Ikhsan Waluyo, Rohmiyanto AP, dan Panewu saat ini Edi Wibowo, S.STP., M.ENG (2025)

Godean Kini

Godean terus bertransformasi menjadi kawasan modern yang tetap menjaga nilai tradisi. Salah satu perkembangan paling menonjol adalah Pasar Godean yang baru, yang mulai beroperasi Oktober lalu. Pasar ini hadir dengan fasilitas modern, penataan pedagang yang lebih rapi, serta area kuliner dan parkir yang memudahkan pengunjung. Kehadiran pasar baru ini semakin menguatkan Godean sebagai pusat ekonomi lokal sekaligus destinasi kuliner, dari peyek belut legendaris hingga kerajinan genteng tanah liat, menjadikan kawasan ini semakin hidup dan menarik.

Selain itu, pasar baru ini juga menjadi wadah inovasi bagi pedagang lokal untuk memperluas usaha mereka, dengan sistem kios yang lebih teratur dan ruang publik yang nyaman bagi pembeli. Dengan dukungan fasilitas yang lengkap dan manajemen yang profesional, Pasar Godean tidak hanya mempermudah transaksi sehari-hari tetapi juga memperkuat potensi Godean sebagai ikon ekonomi dan pariwisata di Sleman.

Referensi:

2 Comments on “Godean: Sejarah, Kuliner, dan Sentra Ekonomi di Jogja Barat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *